Jangan Buang Sampah Sembarangan Di Korea!


Seperti yang pernah kutulis di post sebelumnya. Masyarakat Korea sudah terbiasa dengan hidup bersih dan teratur. Meskipun belum seekstrim dan sebersih Jepang, sistem pembuangan sampah di Korea patut ditiru dan diterapkan juga di Indonesia. 



 1. Jika kamu ingin sampah kamu diambil petugas, pastikan semua sampah sudah masuk ke dalam standar plastik sampah yang berlaku di Korea. Biasanya warnanya putih dan di plastik tertera nama distrik. Kamu harus membuang sampah non organik ke dalam plastik putih dengan nama distrik tempat kamu tinggal. Jika tidak, jangan harap sampah kamu bisa diambil oleh petugas. Dengan membeli plastik ini saja berarti kita juga sudah membayar biaya pembuangan sampah. Tak heran harga plastik ini cukup mahal. Berikut daftar harga per Januari 2015 (setelah mengalami kenaikan harga)
                                  2, 3, 5 L plastik = 10 won, 
                                                     10 L = 280 won, 
                                                     20 L = 570 won, 
                                                     50 L = 1,410 won, 
                                                   100 L = 2,840 won. 

Kurs hari ini 16 Januari 2015 --> 1 won = 11,672 rupiah.

2. Pembuangan sampah daur ulang



Pernahkah melihat simbol ini? 3R, Reduce, Reuse and Recycle!!! 
Mari kita ikut selamatkan bumi ini sebelum terlambat. Mengutip dari buku cerita anakku tentang 3R. Diilustrasikan bahwa setiap orang mengira dirinya membuang sedikit sampah. Cobalah pikir jika setiap orang di seluruh bumi ini membuang sampah yang masing-masing kira hanya sedikit saja. Tentu saja jumlahnya menjadi suangat buanyak!!! Mau ditanam di bawah tanah? Boleh... tidak kelihatan mata nih, tapi kamu semua tahukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk plastik, kaleng, dll bisa terurai? berpuluh-puluh atau bahkan ratusan tahun. Setelah terurai, plastik dan kaleng tersebut akan meninggalkan bau yang menyengak dan yang penting akan mencemari air tanah!!!

Kalau begitu bagaimana kalau dibakar? Boleh.. boleh... cara efektif dan cepat. Tapi ingat! bau tidak sehat dan juga abu sisa pembakaran! 

Kalau begitu bagaimana dengan daur ulang?? Bagus bagus!!! Solusi yang paling tepat untuk mengatasi sampah plastik, kaleng, kertas dll yang masih bisa didaur ulang. 





Di rumahku aku juga punya tempat sampah untuk masing-masing kategori seperti di atas. Di tempat pembuangan sampah di masing-masing apartemen atau perumahan juga ada tempat pembuangan khusus untuk masing-masing kategori seperti di atas. 

Bagaiman menurut kamu? Solusi yang sehat, tepat, dan sangat efektif bukan? 


3. Lalu bagaiman dengan pembuangan sampah organik di Korea?


Pembuangan sampah organik di Korea sekarang telah menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification). RFID akan menghitung berat sampah organik yang kamu buang dan angkanya bisa kamu lihat di layar.


Mesin Pembuangan Sampah Organik Di Korea


Mesin akan mengenali informasi pembuang sampah dari kartu. Biaya pembuangan sampah dilakukan per bulan melalui penagihan biaya administrasi pengelolaan apartemen/rumah. 

Sayuran: bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe, kulit jagung, akar water dropwort, biji cabai, cabai, dll
Buah-buahan: walnut, shestnut, kacang, peach, persimon, dll 
Biji padi-padian: kulit biji padi-padian
Daging: sapi, babi, ayam 
Kerang-kerangan: aneka kerang, tulang ikan
Lain-lain: residu makanan















Prosedur pembuangan sampah
Seperti yang bisa kamu lihat di gambar, mesin ini hanya bisa dibuka dan ditutup menggunakan kartu. Angka yang tercantum di layar adalah berat sampah yang kamu buang.





Dengan sistem RFID ini, pemerintah Korea berharap agar masyarakat lebih sadar untuk tidak terlalu banyak membuang organik. Aku juga berharap Bapak Presiden Jokowi mengikuti sistem RFID Korea ini agar Indonesia bisa menjadi negara yang lebih bersih dan sehat. 

Beginilah sistem pembuangan sampah di Korea! Cukup informatif bukan? 
Semoga dalam waktu dekat Bapak Presiden juga menilik masalah kebersihan dan pembuangan sampah di Indonesia. Aku percaya ini bukan hanya mimpi saja. Jika suatu hari nanti aku pulang ke Indonesia, aku harap sistem pembuangan sampah seperti di Korea ini sudah bisa diterapkan





CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top